Saturday, November 7, 2015

Tiga Belas Lubang Masuknya Setan ke Dalam Diri Manusia

Tiga Belas Lubang Masuknya Setan ke Dalam Diri Manusia

                Tatkala setan di usir dari surgaNYA Allah SWT, dengan beraninya ia bersumpah di hadapan Allah SWT, bahwa sampai hari kiamat, ia akan menggunakan dan menghalalkan berbagi cara untuk menyesatkan sekalian anak cucu Adam. Walaupun ada yang di kecualikan oleh setan, yaitu mereka yang Ikhlas Taat kepada Allah SWT.
Iblis menjawab, “Demi kemulian-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semua (QS. Shaad [38]: 82)
Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka. (QS. Shaad [38]: 83)
Jadi, ada garansi tersendiri untuk hamba-NYA yang tetap memakai akal sehatnya dan mematuhi petunjuk-petunjuk-NYA, untuk itu tidak perlu kita khawatir dan bersedih hati. Sebab itulah kunci untuk menyumbat lubang-lubang yang nantinya akan di masuki setan.
Sebelum memaparkan 13 Lubang Masuknya Setan ke Dalam Diri Manusia, alangkah baiknya kita kenali dulu biodata dari Setan:
1.      Nama/Gelar     : Iblis/Syeithan
2.      Tanggal lahir   : Tahun 1-1-Perintah sujud kepada Adam
3.      Alamat                        : Hati orang-orang yang lengah
4.      Agama             : Kekufuran
5.      Pekerjaan         : Pengasuh semua manusia yang sesat dan di murkai Allah
6.      Jabatan                        : Pemimpin kekufuran dan syirik
7.      Hobi                : Menjerumuskan dan menyesatkan
8.      Cita-cita          : Semua masuk neraka
9.      Kekuasaan       : Nihil
10.  Kemampuan    : Lemah
11.  Kepribadian    : Angkuh
12.  Anak Cucu      : Yang durhaka kepada orang tua
13.  Istri                  : Semua yang terbuka auratnya
Dari biodata di atas, semoga kita bukan yang termasuk di dalamnya, Aamiin.  Ada tiga pertanyaan seputar permusuhan manusia dan setan:
♦ PERMUSUHAN SETAN KEPADA MANUSIA ITU APA?
Setan dalam percakapan arab adalah setiap yang membangkang dari jin, manusia, hewan dan segala sesuatu (Ibnu Jarir At-Thabari)Umar bin Khatab pernah suatu ketika naik unta yang Bengal, kemudian di pukulah ia, tambahlah bengal, lalu ia turuna dan berkata: “Kalian tidak menaikanku kecuali di atas setan, aku tidak turun darinya kecuali karena jiwaku menolak”.(lisanul arab/1/102)
♦ KAPAN MULAINYA?
Allah ciptakan malaikat dari cahaya, jin dari api. Awalnya mereka sama-sama taat kepada Allah, saat malaikat diperintah untuk sujud kepada Adam ada diantara jin itu yang menolak. Disebut iblis dalam riwayat nama aslinya : Azaziil, ia percaya Allah sebagai : Pencipta, Menghidupkan dan mematikan. Namun kepercayaannya itu tidak bermanfaat. Ilmu yang tidak diamalkan.
DI MANA MEDAN PERMUSUHAN SETAN TERHADAP MANUSIA ?
Setelah Iblis merasa tenang hidup sampai kiamat. Ia merencanakan makarnya kepada manusia. (Qs. Al Hijr[15]: 39-40)
Medannya adalah : fil ardh (bumi)
Senjatanya adalah : tazyiin (menghiasi) dan al ighwaa’ : menyesatkan (Jangka panjang) maksud dari jangka panjang, melalaui tazyiin setan berusaha mengelabuhi manusia dalam amal-amal atau perbuatannya seakan-akan diawalnya baik, namun lama-kelamaan setan menyesatkannya tanpa sadar. Na'udzu billahi min dzalik.
Tiga belas lubang yang di sebutkan oleh Imam Al-Ghazali berikut ini barulah sebagian kecil darinya. Misalnya pada masalah harta, di ceritakan dalam Tanbihul Ghafilin,bahwasanya setan suatu kali bersumpah, “Orang-orang berharta akan terus kukocok dengan tiga macam godaan, yaitu kuelokkan dalam penglihatannya sehingga merasa sangat berat untuk menunaikan kewajibannya, atau aku ringankan tangannya agar di keluarkannya hartanya tidak pada tempat yang di ridhoi Allah swt, atau aku tanamkan cinta ke dalam hatinya sehingga mati-matian ia mencari harta kendati jalan tak benar pun dilakukannya.” Masuknya setan ke dalam tubuh kita tentu tidaklah tampak secara nyata, namun baru terasa pengaruhnya kalau sudah di dalam. Sampai-sampai dalam shalat pun bakal terasa bahwa si setan sudah menyelinap ke dalam tubuh kita.
Jerat yang di tebar setan memang ada seribu satu macam. Menurut Ibnu Abbas, tak kurang dari 700 ragam perangkap atau tipu daya yang di pasang oleh musuh bebuyutan bani Adam itu untuk menjaring manusia. Tak peduli siang atau malam, mulai dari  Kiai sampai preman. Dan untuk semua ini, hanya akal sehat dan imanlah yang mampu mengimbangi, menangkal dan mengatasinya.
Dari sekian banyak ragam dan macam tersebut, Imam Al-Ghazali mencatat sebagian di antaranya:
1. Mental Budak, baik dalam arti di perbudak maupun memperbudak (diri sendiri atau orang lain).
2. Mudah Marah, maksudnya di sini adalah ketika mengekspresikan kekecewaanya dengan berlebihan (meluap), seperti tidak lagi mempunyai akal.
3. Hasad atau Dengki
4. Kekenyangan (over-eating), biarpun makan itu halal dan baik.
5. Serakah atau Rakus, dan Kikir
6. Terburu-buru dan meninggalkan ketetapan tentang semua urusan, karena keterburu-buruan (dalam arti harus di segerakan) hanya bisa di benarkan dalam lima hal, yakni:
● Menguburkan jenazah (lebih utama di tempat ia meninggal)
● Menikahkan anak perempuan (sebab kalau tidak dia akan menikahkan dirinya sendiri)
● Membayar hutang
● Menghidangkan makanan untuk orang yang sedang musafir
● Bertobat sebenar-benar tobat kalau telah melakukan perbuatan tercela, langsung bertobat, sebab Nabi saw, bersabda ”Yang terbaik di antara kamu bukanlah orang yang tak punya dosa (karena ini mustahil), melainkan mereka yang bersegera sungguh-sungguh bertobat sesudah berbuat dosa, dan tak mengulanginya lagi.”
7. Nafsu, Ibnu Abbas perah berkata, “Yang mula pertama di ciptakan Allah dari manusia adalah faraj (kemaluan). Lalu Ia bertitah: Ini adalah amanat yang aku titipkan padamu. Janganlah kamu memakainya kecuali dengan hak, kalau kau menjaganya, Aku pun akan menjagamu.”
8. Fanatik Mazhab (Paham) dan memandang rendah musuh.
9. Menghalang-halangi orang lain untuk berkecimpung dalam bidang ilmu dan kebajikan.
10. Berprasangka jelek kepada orang lain.
11. Bersibuk diri dengan urusan sepele, perselisihan atau permusuhan.
12. Dirham atau uang, atau bermacam-macam harta lainnya.
13. Perhiasan, Prabot, kain dan rumah
Tidak perlu sebenarnya seseorang itu belajar “ilmu” tertentu untuk melawan makhluk halus ataupun setan, namun cukup dengan Tauhid dan pertebal Iman kepada Allah swt, karena Allah sendiri yang memberi janji dan jaminan.
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah”, kemudian dia meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Jangan kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surge yang telah di janjikan kepadamu.” (QS. Al-Fushilat[41]: 30)
Makin menguatnya iman dan tauhid maka akan semakin terasa pula bahwa di kanan dan kiri dan di sekeliling kita senantiasa ada yang menjaga kita. Berikut ini adalah lima Ajian yang merupakan alat ampuh untuk membuat setan terpental-pental jika terkumpul pada diri manusia, dapat pula menjadi benteng kokoh bagi gencarnya rayuan setan-setan sekalipun seseorang itu tidak mempunyai banyak ilmu, dan ibadahnya pun tak terlampau tekun. Kelima ajian berikut di rumuskan oleh Imam Al-Ghazali:
(1)   Beragama (secara konsisten); (2) Berharta (dan memanfaatkannya di jalur yang benar); (3) Mempunyai rasa malu; (4) Bagus perangai; (5) Dermawan (baik dalam tenaga, ide, kasih sayang, jasa, dan juga dalam harta)
Dalam masalah kedermawanan, dalam buku Di Balik Ketajaman Mata Hati karya Imam Al-Ghazali, di nyatakan bahwa sesungguhnya setan jauh lebih ngeri dan takut dengan seseorang yang dermawan (pemurah) biarpun ia fasik, dari pada seseorang yang rajin beribadah tapi ia pelit.
Semua rumusan Al-Ghazali di atas, tampak identik dan melengkapi, apa yang pernah di sabadakan Rasulullah saw, “Bahwasanya ada 4 sifat yang jika kalian miliki niscaya akan sempurna Islam kalian, mulai dari ubun-ubun hingga ujung kaki, Ia itu adalah Jujur, Pandai bersyukur, Malu, dan baik pekertinya.”

Pengertian dari “bersyukur”, menurut Dr. Ir, Imaduddin, Msc., adalah menggunakan nikmat Allah sesuai fungsinya, secara optimal, dan pada tempatnya. Semoga kita semua termasuk orang-orang selalu mendapat perlindungan dan pertolongan dari Allah swt.

0 comments:

Post a Comment