Hany ar-Rifa'i Video
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Friday, August 28, 2015
tentunya kita selalu ingat kepadaNYA dan juga rasulnya agar kita bisa selalu BERDZIKIR dan BERSHOLAWAT. Pada kesempatan kali ini saya akan me-Repost artikel dari blog tetangga, mengenai KEJADIAN PENGUSIRAN 9 PEMUDA SAMPIRAN. Dan alhamdulillah dengan petunjuk ALLAH SWT kejadian tersebut bisa di selesaikan dengan jalan damai.
Mmemang kita semua tahu apa itu tradisi TAHLILAN . budaya Thlilan memang sudah menjadi tradisi yang turun temurun, seolah-olah menjadi tradisi khusus dalam keidupan agama, padahala belum tentu juga kan sob...:)
Sering orang-orang ataupun warga masyarakat mengaitkan acara TAHLILAN dengan acara keAGAMAAN, Padahal di dalam ajaran agama islam di bawakan oleh nabi MUHAMMAD SAW, setahu saya tidak ada tuh..hehe, ya itulah orang indonesia tercinta kita ini, memang susah menghilangkan tradisi itu, semoga saja ALLAH SWT, selalu memberi hidayah kepada kita semua, ammmiiin. oke sob, langsung saja di bawah adalah sedikit rePOST dari saya dan untuk sumbernya sudah ada di bawah artikel ini, selamat membaca;), jangan lupa berkomentar sob..hehe;)
Cirebon. 26/08/15. Tidak tahlilan, muludan dan lain-lain adalah masalah perbedaan ilmiyah yang sudah biasa terjadi di masyarakat. Sejak tahun 1920 an sudah ada dua ormas besar yang berbeda pemahaman tentang hal tersebut. Perbedaan ilmiyah yang sudah dianggap biasa di negeri ini, persaudaraan tetap terjaga, saling menghormati, masing-masing berjalan sesuai keyakinan, tidak saling melarang atau mengusir.
Namun tidak demikian yang terjadi di desa Sampiran Blok Plaosan, berbekal informasi yang mengandung fitnah dari provokator juga kurangnya tingkat keilmiyahan dan toleransi membuat mereka mudah disulut emosi untuk mendemo, mengusir, menteror rumah-rumah 9 orang pemuda yang masih merupakan saudara sekampung mereka. 9 Orang pemuda yang secara keyakinan mereka tidak ada masalah kesesatan yang ditentukan dalam kriteria sesat MUI, taat beragama, taat kepada pemerintah, warga NKRI yang baik.
Dalam pergaulan 9 orang ini adalah profil para pemuda sederhana yang pendiam, sopan dan tidak berbicara macam-macam, tidak suka mengajak-ngajak kepada keyakinannya, tidak pernah melarang-larang orang, mereka hanya melaksanakan keyakinan untuk diri mereka sendiri, mereka kebetulan bertemu karena satu keyakinan setelah mendengar radio dakwah yang memberikan pencerahan tentang pemurnian Islam semisal ormas yang sudah ada. Namun karena provokasi , beberapa hari lalu mereka menjadi korban salah sangka berupa didemo, diancam, diusir, diteror, bahkan sampai ‘disyahadatkan ulang’ oleh penduduk kampung.
Setelah mengharap lindungan Alloh Ta’ala, kini mereka dalam lindungan dan binaan dari Kantor Hukum Peduli Muslim& Associates, melalui Ponpes Assunnah Cirebon insya Alloh merekapun akan dibantu untuk mediasi damai. Namun, agar secara psikologis keluarga dan anak-anak mereka lebih aman dan tentram maka Ponpes Assunnah akan mencarikan kontrakan selama 1 tahun dengan bantuan para donatur.
Ketua Yayasan Assunnah KH.Muhammad Tc yang merupakan lulusan Univ.Islam Madinah Arab Saudi melalui kami sekretaris Ponpes / Yayasan Assunnah Cirebon, Diding Sobarudin,AMd menyatakan bahwa mereka penduduk kampung Plaosan itu adalah saudara kita se-iman, kami yakin mereka bisa diajak duduk untuk berdiskusi dan mencari solusi secara ilmiyah secara bertahap dengan asas persaudaraan dan kekeluargaan. Selanjutnya insya Alloh kedepan kami_Ponpes Assunnah_akan secara bertahap mengadakan kegiatan ta’aruf, dialog, diskusi, mediasi, dan kegiatan sosial di wilayah Desa Sampiran dan wilayah lainnya di berbagai pelosok wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon.
Semoga kedepan kejadian provokasi seperti ini tidak terulang, sejatinya masyarakat diharapkan lebih cerdas mensikapi perbedaan seperti ini, biarlah masing-masing menjalankan keyakinannya secara ilmiyah, tidak mudah terprovokasi untuk diadudomba dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin ummat Islam terpecah belah atau mengambil kepentingan untuk pribadi dan golongannya.
Kami sebagai Yayasan / Pondok pesantren dilindungi oleh Hukum, beroprasi resmi dibawah Kemenkumham, berafiliasi dengan Kemenag dan Kemendiknas, menjunjung tinggi ketaatan kepada pemerintah NKRI dan kami menerima dengan senang hati dan tangan terbuka setiap upaya tabayun (meminta penjelasan), dialog, kros cek berita dan informasi terkait pemahaman Ponpes Assunnah Cirebon. [ KD ]
TANDA-TANDA DITERIMANYA AMAL IBADAH DAN TAUBAT
TANDA-TANDA DITERIMANYA AMAL IBADAH DAN TAUBAT
Sesungguhnya setiap muslim dan muslimah sudah pasti senantiasa berharap agar amalan-amalan kebaikannya menjadi sah dan diterima Allah ta’ala, dan keburukan-keburukannya dimaafkan dan dihapuskan oleh-Nya. Sebab dengan demikian ia akan menjadi hamba Allah yg hidup selamat dan bahagia di dunia dan akhirat.
Jika amalan kebaikan seorang hamba telah diterima Allah, maka itu sebagai tanda bahwa amalan yg dikerjakannya telah benar dan sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman:
{ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنْ الْمُتَّقِينَ }
Artinya: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yg bertakwa.” (QS. Al-Maidah: 27).
» Al-Fudhoil bin ‘Iyadh rahimahullah berkata: “Sesungguhnya amalan (ibadah) itu jika dikerjakan dengan ikhlas karena Allah, namun caranya tidak benar, maka amalan ibadah tsb tidak diterima Allah. Demikian pula sebaliknya, amalan (ibadah) jika dikerjakan dengan cara yg benar, namun niatnya tidak ikhlas karena Allah, maka amalan (ibadah) itu juga tidak diterima Allah, sehingga amalan ibadah tsb dikerjakan dengan ikhlas karena mengharap wajah Allah semata, dan benar karena sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”
(*) Lalu, bagaimana dan apa saja tanda-tanda suatu amal ibadah dan taubat seorang hamba telah diterima Allah ta’ala, dan jerih payahnya telah membuahkan hasil?
Berikut ini kami akan sebutkan sebagian tanda dan ciri diterimanya amal ibadah dan taubat seorang hamba sebagaimana dijelaskan oleh para ulama sunnah.
(*) TANDA PERTAMA:
Tidak Mengulangi Lagi Perbuatan Dosa dan Maksiatnya.
Apabila seorang hamba merasa benci terhadap dosa-dosa, dan ia benci untuk mengulangi lagi perbuatan dosa dan maksiat yg pernah dilakukannya, maka ketahuilah bahwa ia termasuk orang yg diterima Allah taubat dan amal ibadahnya.
» Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:
“أما إذا تذكر الذنبَ ففرح وتلذذ فلم يقبل ولو مكث على ذلك أربعين سنة”
“أما إذا تذكر الذنبَ ففرح وتلذذ فلم يقبل ولو مكث على ذلك أربعين سنة”
“Adapun jika seorang hamba ingat akan perbuatan dosanya, lalu ia merasa senang dan menikmatinya, maka (taubatnya) tidak akan diterima Allah meskipun ia hidup selama 40 (empat puluh) tahun dalam keadaan demikian.” (Lihat Madaariju As-Saalikiin, karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah).
» Yahya bin Mu’adz rahimahullah berkata:
“مَن استغفر بلسانه وقلبُه على المعصية معقود، وعزمه أن يرجع إلى المعصية ويعود، فصومه عليه مردود، وباب القبول فى وجهه مسدود”.
“مَن استغفر بلسانه وقلبُه على المعصية معقود، وعزمه أن يرجع إلى المعصية ويعود، فصومه عليه مردود، وباب القبول فى وجهه مسدود”.
“Barangsiapa meminta ampunan (kepada Allah) dengan ucapan lisannya, sementara hatinya merasa terikat dengan perbuatan maksiat, dan bahkan ia berkeinginan kuat untuk mengulangi lagi perbuatan maksiatnya, maka puasanya ditolak Allah, dan pintu diterimanya (amal dan taubat) tertutup baginya.”
(*) TANDA KEDUA:
Semakin Bertambah Semangat Dalam Melaksanakan Amal Kebaikan Dan Ketaatan Kepada Allah.
» Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
“إن من جزاء الحسنة الحسنة بعدها، ومن عقوبة السيئة السيئةُ بعدها، فإذا قبل الله العبد فإنه يوفقه إلى الطاعة، ويصرفه عن المعصية”
“إن من جزاء الحسنة الحسنة بعدها، ومن عقوبة السيئة السيئةُ بعدها، فإذا قبل الله العبد فإنه يوفقه إلى الطاعة، ويصرفه عن المعصية”
“Sesungguhnya diantara balasan amalan kebaikan ialah (dimudahkan Allah) melaksanakan kebaikan setelahnya. Dan diantara hukuman atas perbuatan buruk ialah melakukan keburukan setelahnya. Maka, apabila Allah telah menerima (amalan n taubat) seorang hamba, niscaya Allah akan memberinya taufiq untuk melaksanakan ketaatan (kepada-Nya), dan memalingkannya dari perbuatan maksiat (kepada-Nya).”
» Beliau (Hasan Al-Bashri rahimahullah) juga pernah berkata:
“يا ابن آدم إن لم تكن فى زيادة فأنت فى نقصان”.
“يا ابن آدم إن لم تكن فى زيادة فأنت فى نقصان”.
“Wahai anak cucu Adam, jika engkau tidak dlm keadaan bertambah (amalan kebaikanmu), berarti engkau benar-benar dlm keadaan berkurang (ketaatanmu kpd Allah, pent).”
(*) TANDA KETIGA:
Sabar dan Tegar Dalam Melaksnakan Ketataatan Kepada Allah Ta’ala
Tegar dan istiqomah dlm melaksanakan ketaatan memiliki buah yg sangat agung sbgmn dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah: “Sungguh Allah yg Maha Mulia telah memberlakukan hukum kebiasaan dengan kemuliaan-Nya bahwa barangsiapa hidupa di atas suatu kebiasaan, niscaya ia akan mati di atas kebiasaan tsb. Dan barangsiapa yg mati dlm suatu keadaan, maka ia akan dibangkitkan Allah pd hari Kiamat di atas keadaan tsb.”
Maka, barangsiapa terbiasa melaksanakan ketaatan kpd Allah di dalam hidupnya di dunia, niscaya Allah akan mewafatkannya dlm keadaan berbuat taat.
Hal ini sebagaimana disebutkan di dlm hadits:
بينما رجلٌ يحجُّ مع النبي صلى الله عليه وسلم فوكزته الناقة فمات فقال النبيّ صلى الله عليه وسلم: ( كفنوه بثوبيه فإنه يبعث يوم القيامة ملبّياً )
بينما رجلٌ يحجُّ مع النبي صلى الله عليه وسلم فوكزته الناقة فمات فقال النبيّ صلى الله عليه وسلم: ( كفنوه بثوبيه فإنه يبعث يوم القيامة ملبّياً )
Artinya: “Tatkala ada seseorang yg menunaikan haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia terjatuh dari seekor onta (yg ditungganginya), lalu ia pun mati. Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (kpd sebagian para sahabat): “Kafanilah orang ini dengan menggunakan kedua bajunya (maksudnya 2 kain ihromnya), karena sesungguhnya ia akan dibangkitkan (oleh Allah) pada hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah.”(HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim).
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jg bersabda tentang seseorang yang mencuri sebagian harta rampasan perang; “Sesungguhnya benda rampasan perang yg ia curi akan ada api yg menyala padanya (pada hari Kiamat, pent).” (HR. Imam Al-Bukhari).
(*) TANDA KEEMPAT:
Bersihnya hati dari noda-noda syirik, kufur, maksiat dan penyakit-penyakit hati, seperti iri dengki, sombong, bangga diri, riya, dsb.
Tanda orang yang diterima amalnya senantiasa mengutamakan apa yang dicintai dan diridhoi Allah daripada kecintaan dan keridhoan manusia, mendahulukan perintah-perintah-Nya daripada perintah siapapun selain-Nya, dan ia mencintai orang lain karena Allah.
Ia jg sangat Jauh dari sifat hasad (iri dan dengki), kebencian dan permusuhan dengan orang lain karena urusan dunia. Ia selalu merasa yakin bahwa segala urusan berada di tangan Allah, sehingga hatinya merasa tentram dan ridho dengan keputusan-Nya. Ia jg meyakini bahwa apapun yg telah ditakdirkan oleh Alah untuk “meleset” dari dirinya, maka hal itu tidak akan menimpa dirinya. Dan apa sj yg ditakdirkan Allah akan menimpa dirinya, maka hal itu tidak akan bisa dihindari.
Yang jelas dan pasti, sikap orang yang diterima Allah amal dan taubatnya ialah selalu merasa ridho dengan takdir dan keputusan Allah dlm bentuk apapun, serta ia berbaik sangka kpda-Nya.
(*) TANDA KELIMA:
Selalu Mengingat Kehidupan Akhirat Yang Hakiki nan Abadi.
(*) TANDA KELIMA:
Selalu Mengingat Kehidupan Akhirat Yang Hakiki nan Abadi.
Pada suatu hari Al-Fudhoil bin ‘Iyadh rahimahullah (seorang ulama salaf dari generasi atba’ut tabi’in) bertanya kepada seorang lelaki (tua): “Berapa tahun umur yang telah kau lalui?” Ia jawab: “Sudah 60 (enam puluh) tahun.” Maka Al-Fudhoil bin ‘Iyadh berkata kepadanya: “Subhanallah, sejak 60 (enam puluh) tahun engkau masih dalam perjalananmu menuju Allah! Sebentar lagi engkau akan sampai (baca: akan mati). Ketahuilah, bahwa engkau akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah (atas umurmu di dunia, pent). Oleh karena itu, persiapkanlah jawaban atas pertanyaan-Nya.” Maka lelaki tua itu bertanya kepadanya: “Apa yang mesti aku lakukan sekarang?” Jawab Al-Fudhoil bin ‘Iyadh: “Berbuat baiklah di sisa umurmu, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu yg telah lalu. Namun, jika engkau berbuat keburukan (dosa dan maksiat) di sisa umurmu, niscaya Allah akan menyiksamu atas dosa-dosamu yg telah lalu maupun yg akan datang.”
(*) TANDA KEENAM:
Selalu Menjaga Keikhlasan Dalam Setiap Amal Dan Kebaikan.
Pernah ada seseorang laki-laki menyampaikan suatu nasehat di hadapan imam Hasan Al-Bashri (seorang ulama tabi’in) rahimahullah. Maka imam Hasan Al-Basri berkata kepadanya: “Wahai si fulan, saya belum bisa mengambil faedah dan pelajaran dari nasehatmu. Ini bisa jadi dikarenakan hatiku yg “berpenyakit”, atau bisa jadi karena niatmu (dalam menyampaikan nasehat) yang kurang ikhlas.”
Demikianlah beberapa tanda diterimanya amal ibadah dan taubat seorang hamba. Ini hanyalah sebuah tanda atau ciri diterimanya amal. Sedangkan kepastiannya, hanya Allah Ta’ala sj yg mengetahuinya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan mengampuni dosa-dosa yg pernah kita lakukan. Amiin. (Cibubur, 11 Ferbruari 2014).
» BBG Majlis Hadits, chat room Bening Hati. PIN: 27FE9BE4
(*) Blog Dakwah Kami:https://abufawaz.wordpress.com
Reposting : https://abufawaz.wordpress.com/2014/02/11/tanda-tanda-diterimanya-amal-ibadah-dan-taubat/
Subscribe to:
Posts (Atom)
Syeikh Mishary Rashid al-afasy Video









